Friday, April 28, 2006

RENUNGAN: MATI Giliran Yang Pasti Akan Datang Menghampiri

MATI
Giliran Yang Pasti
Akan Datang Menghampiri

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Rabbnya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Ali Imran: 169-170).

Belakangan ini… terlalu banyak berita tentang kematian manusia akibat bencana yang melanda. Kala bencana datang melanda, semua orang tersentak ingin bertanya. Mengapa terjadi? Mengapa terjadi? Banyak yang merasa sedih atas kejadian tersebut. Aku tersentuh dan mencoba merenungkan sesuatu di balik kejadian tersebut.

Hari bencana alam itu adalah hari kematian mereka! Kapankah akan datang hari kematian ku? Kapankan akan datang hari kematian saudara dan teman-teman ku? Apakah perkara atau soal kematian tidak perlu dipikirkan?

Kenapa selama ini… banyak yang ku kenali… tidak begitu berminat atau mencoba menghindarkan diri apabila soal ‘mati dibicarakan? Kenapa begitu banyak sekali orang yang mencoba menghindarkan diri… apabila perkara ‘mati’ dikatakan? Padahal… kematian itu adalah sesuatu yang pasti!… yang akan tiba kepada siapa pun yang masih hidup!

Aku mencoba memikirkan hal tersebut… Aku pikirkan diri ku sendiri… Apakah aku takut mati? Apakah aku sudah siap untuk menghadapi kematian? Apakah aku sudah siap untuk bertemu dengan Rabbku? Apakah persediaan yang telah aku lakukan didalam hidup ku selama ini? Apakah rahasia hidup dan rahasia menghadapi kematian? Jiwa yang bagaimanakah yang telah puas hidup cukup siap menghadapi kematian?

Aku renungkan lagi… Banyak yang beragama Islam dan percaya kepada Allah… tetapi… Apakah mereka hidup selama ini… sebenar-benarnya hidup untuk membela agama mereka? Banyak yang mencoba menjadi orang baik, melakukan ibadah dan beramal shaleh…… tetapi… Apakah selama ini mereka hidup dengan sebenar-benarnya berjiwa dan bersemangat membela Rabbnya, Nabinya dan Agamanya di dalam kehidupan mereka?

Apakah dengan meneruskan kehidupan tanpa mempunyai semangat dan jiwa untuk membela Agama Islam adalah suatu kebahagiaan dan kepuasan? Apakah dengan memiliki pemikiran dan sikap begitu… kita bisa menghadapi ‘kematian’ dengan rasa puas dan merasa cukup untuk menemui Rabb kita?

Aku renungkan dengan lebih dalam lagi…… persoalan beginilah yang selama ini selalu bermain-main di dalam benak pemikiran ku! Aku sudah memiliki satu tekad! Aku tidak akan membiarkan diri ku ini hidup… tanpa mempunyai sikap dan semangat membela agama ku!

Aku semakin sadar…… aku akan membela agama ku! Aku akan berusaha membangkitkan semangat anggota keluargaku dan saudara-saudaraku supaya mereka memiliki semangat hidup untuk membela agama mereka sendiri sepanjang hayat. Aku akan pupuk semangat itu supaya tertanam didalam jiwa raga mereka.

Supaya mereka hidup sebagai seorang manusia yang berjiwa berani membela agama! Supaya mereka tidak hidup dengan sia-sia saja! Supaya mereka merasa puas hidup dan lebih berarti didalam mengharungi kehidupan mereka! Supaya mereka tua dan mati didalam keadaan puas berjiwa berani karena hidup membela agama mereka sendiri!

Mati Hanya Sekali Jadikan ianya di jalan Allah

Wallahu A’lam.

No comments: