Sunday, April 30, 2006

ILMU: Thaifah Manshurah APA dan SIAPA?

Thaifah Manshurah
APA dan SIAPA?

“Akan senantiasa ada di antara ummatku sekelompok orang yang berperang membela kebenaran, mereka terus wujud hingga hari kiamat.” (HR. Muslim).

Mereka ada di antara kita!
Mereka berjuang membela kepentingan kita!
Kehadirannya bak tetesan embun di padang gersang.
Keberadaannya bagai cahaya di kegelapan
Eksistensi kaum muslimin tak berarti tanpa mereka
Islam tinggal nama tanpa kehadiran mereka
Kenalkah Anda kepada mereka …???
Thaifah Manshurah …!!!
Apa itu …???
Sebuah nama yang asing di telinga sebagian besar kaum muslimin!
Sebutan yang jarang diperbincangkan di kancah pergaulan!
Siapakah mereka …???
Dimana keberadaannya …???
Darimana kita bisa mengenali mereka …???
Apa peran mereka atas kaum muslimin …???
Apa kontribusi mereka dalam menjaga nyala api Islam …???
Apakah Anda termasuk kelompok mereka …???
Apakah jama’ah Anda mempunyai karakter seperti mereka …???
Atau justru sebaliknya …???

Banyak sekali -–bermunculan di kancah pergerakan Islam-- kelompok-kelompok, organisasi-organisasi dan partai-partai; masing-masing mengklaim –-untuk dirinya dan tidak untuk yang lain-- bahwa mereka berada di atas kebenaran, tak ada keraguan di dalamnya, dan bahwa kemenangan serta pembebasan akan tercapai melalui tangan mereka, bukan lewat tangan seorangpun di luar mereka … Mereka pada hakikatnya, bukan bagian dari kebenaran sedikitpun, dan mereka tidak pula berjalan di atas minhaj nubuwwah dan minhaj Salafush Shaleh … !!!

Realitas tersebut menimbulkan dampak-dampak negatif terhadap kehidupan ummat manusia, persepsi dan sikap mereka; sehingga neraca timbanganpun menjadi kacau dalam pandangan mereka, maka tercerai-berailah wala’ (kesetiaan atau loyalitas) serta intimaa’ (pengikutan atau penggabungan diri) mereka kepada partai-partai –-yang berbeda dan saling bermusuhan-- yang Allah tidak menurunkan hujjah atasnya.

Perbedaan wala’ dan intimaa’ mereka itu semakin memperdalam jurang perbedaan, pertikaian dan perpecahan di antara mereka yang seharusnya bersaudara dan saling cinta mencintai karena Allah. Perpecahan ini menyulut kedengkian, kemarahan dan kebencian di dalam hati mereka, sehingga hampir-hampir tidak Anda temukan dua orang, kecuali dalam diri salah seorang di antaranya tersimpan rasa tidak senang terhadap yang lain … yang disebabkan oleh hawa nafsu, partai-partai, kelompok-kelompok tersebut … serta loyalitas-loyalitas batil lagi saling bertentangan yang dipaksakan kepada para pengikut!!!

Demikian pula, banyaknya partai dan jama’ah yang berbeda sumber rujukannya, telah menimbulkan keraguan dan kebimbangan dalam diri banyak orang terhadap semua jama’ah-jama’ah masa kini –-baik yang benar maupun yang batil--, dan akibat keraguan dan kebimbangan itu membuat mereka lebih suka hidup menyepi dan mengucilkan diri atau bersikap netral -–tanpa mau membedakan antara jama’ah yang pantas menerima wala’ (kesetiaan atau loyalitas) dan penghargaan dengan jama’ah yang pantas menerima barra’ (permusuhan)—karena mereka meragukan kesungguhan dan keikhlasan semua jama’ah-jama’ah yang muncul di kancah perjuangan Islam … semuanya, menurut mereka, adalah tertuduh … !!!

Insya Allah, risalah yang akan datang di dalamnya terdapat panduan untuk mengetahui sifat-sifat Thaifah Najiyah Manshurah –sebagaimana dikabarkan dalam Al-Kitab dan As-Sunnah—Thaifah yang wajib bagi setiap orang Islam berada di dalamnya, memperbanyak jumlahnya dan tulus setia membelanya. Dan risalah itu –insya Allah—laksana obor penyuluh yang menerangi kegelapan jalan, dan tolok ukur yang dengannya dapat diketahui posisi partai-partai tersebut dari kebenaran, dan dapat diketahui sejauh mana kedekatan mereka terhadapnya … serta dapat diketahui yang bermanfaat darinya dan yang membahayakan lagi tidak bermanfaat.

Risalah itu akan mengantar Anda berkenalan dengan mereka, mengetahui sifat-sifat dan keberadaan mereka serta mengajak Anda untuk menjadi seperti mereka.

Risalah itu akan membantu Anda untuk mengetahui kebenaran dan ahlinya, dan bersegera menolong mereka, memperbanyak jumlah mereka serta bergabung dalam barisan mereka. Juga membantu Anda untuk mengetahui kebatilan dan ahlinya, dan bersegera meninggalkan, memusuhi serta menjauhi mereka sekuat tenaga.

Risalah itu memperingatkan setiap muslim yang menjadi pembela kebatilan dan pengikutnya … untuk tidak memperbanyak jumlahnya walau hanya dengan bayangan (tidak langsung) atau perbuatan atau perkataannya … dalam memerangi kaum muslimin … sehingga dia menjadi sekutu mereka dalam dosa dan permusuhan, baik dia tahu ataupun tidak …!!!

Sebagaimana keterangan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud secara marfu’: “Siapa yang memperbanyak jumlah suatu kaum, maka dia termasuk di antara mereka, dan siapa yang ridha dengan perbuatan suatu kaum, maka dia menjadi sekutu orang yang mengerjakannya.” (Ditakhrij oleh Abu Ya’la, Fathul Baari XIII/37).

Rasulullah saw. bersabda: “Tiadalah seseorang mencintai suatu kaum, kecuali Allah jadikan dia bersama mereka.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, dan Al-Hakim).

Di dunia dan di akherat.

Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang menjadi sekutu kaum adalah bagian daripada mereka.” (HR. Ath-Thabrani).

Yang membenarkan sabda Nabi saw. di atas adalah firman Allah Ta’ala dalam Kitab-Nya: “Dan barangsiapa di antara kalian menjadikan mereka sebagai wali, maka sesungguhnya dia termasuk di antara mereka.” (QS. Al-Maidah: 51).

Yakni, sama seperti mereka dalam kekafiran dan menjadi kawan sekutu mereka di dalam dosa.

Supaya risalah itu menjadi hujjah dalam tema-tema bahasannya, maka kami berupaya dengan sungguh-sungguh menetapkan ciri dan sifat Thaifah Najiyah Manshurah sebagaimana disebutkan dalam Al-Kitab dan As-Sunnah dan ditunjukkan oleh nash-nash syar’i, mengikuti atsar-atsar dan pemahaman kaum Salafush Shaleh … seraya memohon kepada Allah Ta’ala agar kiranya Dia berkenan memberikan taufik dan menerima amalan ini … dan berkenan memberikan ilham kebenaran dan yang benar pada diriku dan menjauhkanku dari hawa nafsu dan kesalahan … dan berkenan pula menjadikan kita dengan karunia, kemurahan dan rahmat-Nya, termasuk di antara golongan Thaifah Najiyah Manshurah di dunia dan akherat, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat.

Semoga keselamatan dan kesejahteraan senantiasa dilimpahkan kepada Muhammad Nabi yang ummi dan juga kepada keluarganya dan para sahabatnya.

Wallahu A’lam.

Sumber: Thaifah Manshurah Apa dan Siapa, oleh Syaikh Abdul Mun’im Musthofa Halimah.

SATRIA SEJATI
“Putera Islam”

No comments: