Friday, April 21, 2006

NASEHAT: HARGA DAKWAH ITU MAHAL KAWAN

HARGA DAKWAH ITU MAHAL KAWAN

“Apakah kamu mengira akan dapat masuk surga padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya (yang dialami) oleh orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncang aneka cobaan sehingga berkata Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya. "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" ingatlah pertolongan Allah amat dekat” (QS Al-Baqarah [2]: 214).

Harga dakwah itu amat mahal menurut firman Allah Yang Maha Benar dan Maha Agung serta menurut lisannya Rasulullah saw. Harga mengemban prinsip dan memindahkannya dari alam fikiran atau alam teori ke alam tathbiq (praktek) dan alam kenyataan, memerlukan banyak pengorbanan sehingga menjadi benar-benar nyata hidup di alam dunia.

Dakwah tidak akan mencapai kemenangan dan keberhasilan jika dakwah tersebut tidak diiringi pengorbanan. Baik itu dakwah ardliyah (dari manusia) atau dakwah samawiyah (dari Allah). Darah, tubuh, tulang belulang, nyawa, syuhada’ itu semua adalah api yang menyalakan pertempuran, api yang menyalakan peperangan ideology, api yang menyalakan peperangan ideology, api yang menyalakan perang pemikiran. Adapun ayat tersebut di atas memperingatkan kita kepada persoalan penting dalam gelanggang peperangan ini. Yakni bahwa tidak ada syurga bagi orang yang tidak mau berkorban dan menyumbangkan sesuatu.

Apakah kamu mengira? Apakah kalian menyangka bahwa kalian akan masuk surga padahal belum merasakan seperti apa yang pernah dirasakan orang-orang sebelum kalian?

Sayyid Quthub berkata: “Sesungguhnya generasi pertama, mereka itu pergi sebagai api penyala buat tabligh dan sebagai bekal untuk menyampaikan kalimat yang tidak akan hidup kecuali dengan kalbu dan cucuran darah.”

Sesungguhnya kalimat kita akan tetap mati seperti boneka yang bergerak, sampai kita mati karenanya. Maka dia/kalimat itu akan tergoncang bangkit dan hidup diantara mereka yang hidup. Setiap kalimat yang hidup, maka ia akan bersemayam di hati manusia yang hidup, sehingga hiduplah ia bersama-sama mereka yang hidup. Orang-orang yang hidup tidak akan ingin berdampingan dengan orang-orang yang mati, maka mereka hanya mau berdampingan dengan orang-orang yang hidup. Adapun mayat itu akan tetap di kubur di bawah tanah, walaupun ia adalah mayat orang yang terhormat.

Hassan Al-Banna berkata: "Sesungguhnya jalan dakwah itu tidak bertatakan mawar dan bunga, tetapi bertatakan duri-duri dan berlumuran darah para syuhada yang mulia, yang kanan kirinya bergelimpangan korban-korban kekejaman, kebengisan dan kedurhakaan" (surat Hassan Al Banna kepada Al Ikhwan).


Aku menangis membaca kata-kata dari seorang temanku yang baik, dia berkata kepadaku: "Niscaya kalian akan memasuki tahap percobaan dan ujian. kalian akan dipenjara, dibunuh, dipindah, disiksa, dihapus kemaslahatanmu, dipecat dari pekerjaanmu, digeledah rumahmu, dan ujian mu akan bisa lebih panjang lagi. Akan tetapi, setelah semua itu, Allah berjanji akan menolong para Mujahidin dan memberikan pahala kepada orang-orang yang berbuat baik"

Wahai saudara-saudaraku. Jalan dakwah itu dikelilingi dengan “makarih” (hal-hal yang tidak disukai), penuh dengan bahaya, dipenjara, dibunuh, diusir dan dibuang. Barangsiapa ingin memegang suatu prinsip atau menyampaikan dakwah, maka hendaklah itu semua sudah ada dalam perhitungannya.

Dan barangsiapa menginginkan dakwah tersebut hanyalah merupakan tamasya yang menyenangkan, kata-kata yang baik, pesta yang besar dan khutbah yang terang dalam kalimat-kalimatnya, maka hendaklah dia menelaah kembali dokumen kehidupan para Rasul dan para da’i yang menjadi pengikut mereka, sejak Dien ini datang pertama kalinya sampai sekarang ini.

Wallahu A’lam.

No comments: