Thursday, May 25, 2006

SYAIR: Hai Kaumku, kapankah kita akan bangun …

Hai Kaumku, kapankah kita akan bangun …

Hai kaumku, kapankah kita akan bangun …
Sementara ayah dan ibu kita telah dibunuh …
Saudara laki-laki kita disembelih …
Saudara perempuan kita dinodai kehormatannya …

Hai kaumku, sampai kapan kita terus tidur …
Pasukan syetan telah membakar rumah kita …
Ladang dan sawah kita hancur sebelum dituai …
Hewan ternak kita mati bergelimpangan ...

Hai kaumku, janganlah kita takut kepada mereka …
Balaslah serangan mereka dengan kekuatan kita …
Mereka manusia juga sama seperti kita …
Mereka ketakutan bila mendengar suara takbir kita …

Hai kaumku, inilah pedang titipan Rasulullah …
Untuk menebas batang leher mereka …
Inilah panah titipan Sa’ad bin Abi Waqqas …
Untuk memanah kepala-kepala mereka …

Hai kaumku, janganlah kita bersikap lemah …
Dan janganlah kita bersedih hati …
Padahal kitalah orang-orang yang paling tinggi …
Jika kita orang-orang yang beriman …

Hai kaumku, janganlah kita berbantah-bantahan …
Yang menyebabkan kita menjadi gentar …
Dan hilang kekuatan kita untuk melawan mereka …
Hingga kita pun mudah dihancurkan oleh mereka …

Hai kaumku, selagi kita berjual beli dengan inah riba …
Dan lebih memilih buntut sapi daripada pergi berjihad …
Niscaya Allah akan menimpakan kehinaan kepada kita …
Dan tidak pernah lepas dari kita sampai kita kembali kepada agama Allah …

Hai kaumku, marilah kita berangkat bersama…
Baik dalam keadaan merasa ringan ataupun berat …
Dan berjihadlah dengan harta dan diri kita di jalan Allah…
Dan itu lebih baik bagi kita jika kita mengetahui …

Hai kaumku, mereka menunggu dari kita dari dua kebaikan …
Yaitu kita hidup sebagai orang yang mulia …
Atau kita mati sebagai syuhada di jalan Allah …
Bukankah itu adalah sebuah cara yang luar biasa …

Hai kaumku, Allah akan teguhkan kedudukan kita di muka bumi…
Karena kita selalu mendirikan shalat, tunaikan zakat …
Kita menyuruh berbuat makruf dan mencegah kemungkaran …
Kepada Allahlah kembali segala urusan …

Hai kaumku, janganlah kita berduka cita …
Sesungguhnya Allah bersama kita …
Karena kita orang-orang yang beriman …
Cukuplah Allah menjadi Penolong kita …

Hai kaumku, marilah kita bertakwa kepada Allah …
Dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya …
Dan janganlah sekali-kali kita mati …
Melainkan dalam keadaan beragama Islam …

Hai kaumku, sesungguhnya tonggak kekuatan agama kita …
Adalah Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk ke jalan kebenaran …
Dan pedang (jihad) sebagai jalan meraih kemenangan …
Cukup hanya Allahlah yang menjadi pemberi petunjuk dan kemenangan bagi kita …

Hai kaumku, kita sang kesatria yang pemberani …
Ketika kita berhadapan dengan pasukan mereka …
Kita berikan hukuman kepada para tokoh-tokoh mereka …
Dan membuat mereka menjadi ketakutan …

Hai kaumku, kitalah orang-orang yang apabila diseru untuk shalat …
Di saat kita dalam keadaan bertempur …
Segera kita hadapkan wajah kita ke arah Hijaz dan bertakbir …
Dan ketika Jibril mendengar takbir kita, ia pun ikut bertakbir …

Hai kaumku, masihkah kita tidur sementara kita berakidah …
Bisakah kita terbangun dari tidur kita wahai kaumku …
Fajar yang indah menghampiri kita untuk memulai kehidupan hari ini …
Sementara malam sudah berlari bersama setan yang ketakutan …

Hai kaumku, Allah Pelindung kita yang beriman …
Dia mengeluarkan kita dari kegelapan kepada cahaya …
Dan orang-orang kafir, pelindung mereka ialah setan …
Yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan …

No comments: