Ada Apa Dengan Cinta?
"La yu'minu ahadukum hatta yuhibbu li akhihi ma yuhibbu li nafsihi". "Tiada beriman seseorang diantara kamu hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya."
Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ini adalah antara hadits-hadits pendek tetapi banyak memberikan kesan kepada kehidupan manusia seluruhnya seandainya ia dihayati sepenuhnya.
Cinta itu adalah kasih-sayang. Cinta itu merupakan elemen motivasi yang paling kuat dalam hidup manusia. Orang yang hidup tanpa wujudnya perasaan cinta di dalam dirinya kehidupannya adalah kosong dan sia-sia.
Kalau kita ini pembaca komik-komik kungfu Cina, kita akan dapati seorang hero itu akan melakukan apa saja demi menyelamatkan kekasihnya dan orang-orang yang dicintainya. Dengan semangat cinta itu juga dia berhasil mencapai kedudukan tertinggi dalam ilmu persilatan yang dipelajarinya.
Kerana cinta jugalah, kita mendengar kata-kata, "Lautan api sanggup ku renangi demi untuk membuktikan cintaku padamu." atau kata-kata, "Ambillah kapak dan belahlah dadaku ini." Orang yang tidak bercinta tidak akan sanggup mengeluarkan kata-kata yang membunuh diri seperti ini.
Seseorang itu adalah menipu sekiranya mengatakan dirinya tidak memerlukan cinta. Kerana cinta itu satu perasaan luhur anugerah Allah swt. kepada semua hamba-hambaNya. Orang yang bercinta merasakan hidupnya berwarna-warni dan senantiasa merasakan keindahan karena dilamun perasaan cinta.
Maka alangkah ruginya seandainya dalam diri kita ini tiada pernah merasakan apa yang dinamakan perasaan cinta dan kasih sayang.
Cintanya Nabi saw kepada umatnya tidak pernah padam. Hatta sehingga saat sakaratulmaut pun, Nabi saw masih mengingati umatnya. Nabi begitu kasihkan kita sebagai umatnya sehingga umat akhir zaman ini dimohon diberikan berbagai nikmat dan rahmat.
Umat terdahulu seperti kaum 'Aad telah dimusnahkan akibat keengganan mereka tunduk kepada ajaran Nabi Hud a.s, kaum Sodom pun telah dibalikkan bumi mereka karena mereka ingkar kepada ajaran Nabi Luth a.s, kaum Nabi Nuh pun telah ditenggelamkan karena mereka menolak ajaran Nabi Nuh.
Namun, disebabkan doa Rasulullah saw, umat akhir zaman ini diberi peluang untuk bertobat sehingga hari Akhirat, malah di dalam bulan Ramadhan, dikaruniakan pula satu malam yang mana ianya lebih baik daripada seribu bulan. Umat akhir zaman ini masih belum dimusnahkan walaupun sudah seribu satu maksiat merajalela di muka bumi ini.
Cinta para sahabat kepada Rasulullah saw. tiada taranya. Kisah perang Uhud membuktikan tujuh sahabat Nabi termasuk seorang wanita, sanggup mengorbankan nyawanya dengan membentuk perisai bagi melindungi nyawa Rasulullah saw.
Cinta Sahabat Abu Bakar ra. kepada Rasulullah saw. pula, sanggup membiarkan ular mematuk kakinya ketika sama-sama bersembunyi di gua Tsur. Cinta Sahabat Umar ra. terhadap Rasullah saw, sampai beliau tidak dapat menerima kenyataan pada awalnya ketika wafatnya Nabi saw, cintanya Sahabat Utsman ra. kepada Nabi saw. sehingga beliau sanggup membelanjakan keseluruhan kekayaannya demi perjuangan Islam. Cintanya Sahabat Ali ra, beliau sanggup menggantikan tempat tidur Nabi saw. dalam peristiwa hijrah walaupun itu adalah pilihan untuk mati.
Muadzin Rasulullah, Bylal bin Rabah terus jatuh sakit dan akhirnya menyusuli kewafatan Nabi saw apabila beliau diberitahu yang Nabi saw. telah tiada lagi di muka bumi. Ini semua adalah sebagian kisah cinta generasi sahabat kepada Nabi saw.
Cinta generasi sahabat sesama mereka, juga dinukilkan dalam peristiwa Hijrah. Tanyalah diri kita pada hari ini, siapakah di antara kita yang sanggup menceraikan salah satu dari isteri-isterinya untuk diberikan kepada sahabat yang dicintainya? Tanyalah kepada diri kita, siapakah yang sanggup membagikan hartanya jadi 2 demi untuk sahabat yang dicintainya?
Sedangkan cinta golongan Muhajirin dan Anshar itu, golongan Anshar sanggup menceraikan satu isteri-isteri mereka untuk menjadi pasangan saudaranya dari golongan Muhajirin. Golongan Anshar sanggup membagi 2 harta kekayaan mereka demi cinta mereka kepada golongan Muhajirin.
Adakah cinta kita sudah menyamai cinta mereka? Berapa banyak di antara kita yang menginfakkkan barang-barang yang paling disukai untuk diberikan kepada pelarian-pelarian perang yang seagama dengan kita? Adakah baju dan pakaian yang kita infakkan itu pakaian yang buruk dan lusuh ataupun masih cantik dan masih disukai oleh kita sendiri?
Berapa banyakkah yang sanggup memberikan infak sehingga kita sendiri tidak dapat makan untuk sehari? Sedangkan itulah yang dilakukan oleh Nabi dan para sahabat, menginfakkkan semua rezeki yang mereka dapat pada hari itu kepada golongan yang lebih memerlukan.
Cinta itu suci. Tetapi ia menjadi kotor bila kita sempitkan cinta itu hanya untuk cinta lelaki dan perempuan. Cinta lelaki dan perempuan itu suci jika telah disambung dengan ikatan pernikahan.
Sedangkan cinta itu luas. Cinta kita kepada Allah Yang Maha Pencipta, cinta kepada Rasul, cinta kita kepada ibu bapak dan cinta kita kepada saudara-saudara Islam yang lainnya.
Umat Islam hari ini telah kehilangan cinta dan rasa cinta. Umat Islam hari ini hanya mengenal cinta yang dicorakkan oleh musuh-musuh Islam yaitu cinta pacaran, yaitu cinta Valentine. Cinta yang dibaluti oleh nafsu yang melenakan.
Umat Islam yang cintakan saudaranya tidak akan membiarkan negerinya ditempati pangkalan-pangkalan tentara kafir untuk menyerang saudaranya.
Umat Islam yang cintakan saudaranya tidak akan menggunakan undang-undang yang dzalim untuk menindas saudaranya itu.
Umat Islam yang cintakan saudaranya akan bangkit menyahut seruan Jihad bila saatnya telah tiba.
Tidak menyahut seruan Jihad berarti kita tidak cinta kepada Islam. Menghalang seruan Jihad menunjukkan kita sudah hilang perasaan cinta itu dalam diri kita. Takut-takut untuk membantu gerakan Jihad menunjukkan kita masih lemah imannya.
Ini semua menunjukkan cinta kita adalah cinta kepada dunia dan takut kepada mati. Tidak pernah memohon untuk mati syahid, berarti kita lebih mencintai neraka dari syurga.
Love is a verb. Maka buktikanlah cinta kita melalui perbuatan. Islam tidak akan tegak jika perbuatan kita masih tidak berlandaskan syariat Islam.
Islam akan terus tertindas jika kita masih belum memboikot produk kapitalis-kapitalis Yahudi dan Nashrani beserta sekutunya.
Islam akan terus didzalimi, jika kita masih belum mau bergerak dalam gerakan Islam, menyokong dan membantu Islam.
Islam akan terus diperintah, jika ayat-ayat Al-Quran itu hanya tercetak indah di mushaf-mushaf dan tersusun di rak-rak.
Islam akan makin dipermainkan, jika kita masih menyakini kata-kata intelektual kuffar daripada nasehat para ulama pewaris nabi.
Islam akan terus berpecah-belah, jika kita masih diselebungi semangat kebangsaan tidak bertempat yang akhirnya menutup usaha menegakkan Khilafah Islamiyah yang satu.
Maka didiklah diri kita ini untuk mencintai Islam sepenuh hati karena hati yang cinta kepada Islam saja yang akan terus hidup dan bersemangat untuk memastikan Negara Islam akan ditegakkan kembali.
Wallahu'alam.
No comments:
Post a Comment