SIFAT-SIFAT THAIFAH MANSHURAH
THAIFAH MANSHURAH bukan monopoli perseorangan di luar yang lain atau milik satu kelompok di luar yang lain, yang tunduk mengikuti hawa nafsu, keinginan-keinginan dan pemisahan-pemisahan para pemilik jama’ah-jama’ah atau partai-partai … akan tetapi ia adalah Thaifah Rabbaniyah yang dikenal melalui ciri dan sifat serta karakteristik yang ditunjukkan oleh nash-nash Al-Kitab dan As-Sunnah. Siapa yang melekat padanya ciri dan sifat tersebut, maka dia termasuk di antara Thaifah Najiyah Manshurah, baik orang menerimanya ataupun menolaknya. Dan siapa yang tidak melekat padanya ciri dan sifat tersebut, maka dia tidak tergolong di antara Thaifah Manshurah, meskipun dia mengaku-aku - dengan lesannya seribu kali-bahwa dia termasuk darinya, dan termasuk di antara ahlinya … !
Jadi tolok ukur untuk menentukan siapa yang tergolong Thaifah Manshurah dan siapa yang tidak, adalah dengan melihat sebesar mana ciri dan sifat karakter Thaifah Manshurah tadi melekat padanya … bukan cuma sekedar pengakuan bergabung atau menisbatkan diri … dan mengaku sesuatu yang tidak ia miliki dan tidak ada padanya … !!
Allah Ta’ala berfirman: "Wahai orang-orang beriman, mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian lakukan. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian lakukan." (QS. Ash-Shaff: 2-3).
Boleh jadi seseorang memiliki sebagian sifat-sifat dari Thaifah Manshurah … dan diketahui bahwa dia punya sifat-sifat tersebut lebih banyak dari yang lain … maka saat itu dikatakan tentangnya: Pada dirinya terdapat ciri-ciri dan sifat Thaifah Manshurah … sesuai dengan kadar kepemilikannya atas ciri-ciri dan sifat tersebut.
Jadi unsur-unsur Thaifah Manshurah berbeda-beda kadarnya di antara mereka, sesuai dengan kedekatan atau jauhnya mereka dari kesempurnaan ciri-ciri dan sifat Thaifah Manshurah yang melekat pada diri mereka masing-masing … dan atas dasar kadar perbedaan ciri dan sifat ini, maka berbeda-beda pula tingkatan mereka menurut kuat atau lemahnya iman.
Berikut ini kami sampaikan kepada Anda ciri-ciri dan sifat Thaifah Manshurah yang paling utama dan paling menonjol … sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Kitab dan As-Sunnah. Kami simpulkan dalam poin-poin sebagai berikut:
Sifat Pertama:
ITTIBA’ (MENGIKUTI SUNNAH) BUKAN IBTIDA’ (MEMBUAT BID’AH) MENCARI PETUNJUK MELALUI PEMAHAMAN SALAFUSH SHALEH TERHADAP NASH-NASH AL-KITAB DAN AS-SUNNAH.
DI ANTARA sifat-sifat Thaifah Manshurah yang paling khusus adalah mereka berjalan mengikuti Minhaj Nubuwwah (metode kenabian); shirathal mustaqim … Hawa nafsu dan beraneka macam jalan yang diadakan oleh kaum musyrikin dan ahli bid’ah tidak dapat memalingkan pandangan mereka. Dalam seluruh urusan mereka, baik kehidupan dunia dan akherat, mereka selalu meneladani peri kehidupan Nabi saw. dan para sahabatnya -semoga Allah meridhai mereka semua--. Peri keadaan mereka, selamanya adalah mengikuti dan meneladani kebaikan dari para pendahulu mereka, bukan ibtidaa’ (membuat bid’ah) dan membuat hal-hal yang baru di dalam agama.
Sifat Kedua:
JIHAD FIE SABILILLAH
JIHAD FIE SABILILLAH merupakan sifat kedua dari golongan Thaifah Manshurah. Sifat ini hampir-hampir dikenal melalui mereka, dan mereka dikenal melalui sifat ini. Keduanya tak terpisahkan seperti tak terpisahkannya bayangan dengan benda aslinya, tak terpisahkan dari mereka dalam keadaan apapun. Apabila antara mereka dengan jihad fie sabilillah terpisah oleh penghalang -karena keadaan di luar kebiasaan--, maka kita lihat cita-cita dan obsesi mereka adalah bekerja guna menyingkirkan penghalang dan perintang tersebut, agar mereka bisa memulai kembali berperang dan berjihad fie sabilillah.
Kita lihat mereka, selalu mencari-cari celah-celah dan front-front jihad … kemudian jika celah tersebut ditutup … maka mereka kembali membuka celah lain untuk menghidupkan faridhah (kewajiban) jihad fie sabilillah.
Mereka adalah orang-orang yang berjihad di jalan Allah dan tidak takut celaan orang-orang yang suka mencela.
Sifat Ketiga:
BERWALA’ DAN MEMUSUHI KARENA ALLAH
DI ANTARA sifat karakter Thaifah Manshurah adalah mereka berwala’ (Menjadikan sahabat setia, mendukung dan menolongnya) dan mencintai karena Allah … memusuhi dan membenci karena Allah … mereka lemah lembut terhadap orang-orang beriman, belas kasih antara sesama mereka dan keras terhadap orang-orang kafir … tak mengenal wala’ kecuali wala’ akidah yang ditegakkan karena Allah Ta’ala: "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersamanya adalah keras terhadap orang-orang kafir, berkasih sayang sesama mereka." (QS. Al-Fath: 29).
"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa yang murtad di antara kalian dari agamanya, maka kelak Allah mendatangkan kaum yang Dia mencintai mereka dan merekapun mencinta-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin, bersikap keras terhadap orang-orang kafir, berjihad di jalan Allah dan tidak takut celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, Dia berikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Maidah: 54).
Sifat Keempat:
SYUMUL/KOMPREHENSIP
YANG KAMI MAKSUD dengan sifat ini ialah bahwa Thaifah Manshurah di antara sifatnya adalah mengambil Islam secara keseluruhan tanpa mengabaikan salah satu aspek di antara aspek-aspeknya, atau menaruh perhatian pada sebagian aspek dan mengabaikan aspek yang lain, dengan tetap memperhatikan skala prioritas dan keseimbangan, apa yang perlu didahulukan atau diakhirkan menurut tuntutan maslahat-maslahat syar’i, mendahulukan yang paling penting atas yang penting ketika terjadi benturan kepentingan pada saat yang bersamaan, tanpa meremehkan perkara yang penting itu atau melalaikannya.
Mereka bukanlah jama’ah yang manhaj-manhajnya serta aktifitas-aktifitasnya hanya tegak dan terfokus pada aspek dakwah dan tabligh, atau mau’izhah dan irsyadat saja … !
Mereka bukanlah jama’ah yang manhaj-manhajnya dan perhatian-perhatiannya hanya terfokus pada jihad saja … !
Sifat Kelima:
WASATHIYAH DAN I’TIDAL
DI ANTARA sifat utama Thaifah Manshurah yang membedakan mereka dengan thaifah-thaifah dan firqah-firqah yang lain adalah "Wasathiyah dan I’tidal" (tengah-tengah, adil, pilihan, terbaik). Mereka berada di posisi tengah-tengah dalam semua aspek kehidupan agama dan dunia mereka, di mana mereka tidak bersikap ghuluw (melewati batas) ataupun Jafaa’ (menjauh), tidak Ifrath (berlebih-lebihan) maupun Tafriith (melalaikan), tidak Israaf (terlalu boros) ataupun Taqtiir (terlalu hemat).
"Demikianlah Kami jadikan kalian sebagai ummat "Wasathan" (yang adil dan terbaik) agar kalian jadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul jadi saksi atas (perbuatan) kalian." (QS. Al-Baqarah: 143).
Sifat Keenam:
ILMU
DI ANTARA sifat utama dari Thaifah Manshurah juga adalah "Ilmu", bahwasanya mereka adalah ulama (orang-orang yang berilmu) dalam urusan agama dan dunia mereka, sebab di antara tuntutan-tuntutan dari sifat mereka yang telah disebutkan di atas menghendaki mereka adalah ulama … ini bukan berarti bahwa semua individu dari Thaifah Manshurah adalah orang-orang alim yang menonjol dalam pencarian ilmu dan pencapaiannya. Mereka berada pada satu level tingkatan dalam soal ilmu dan pencapaiannya, hanya saja sebutan mereka sebagai Thaifah Manshurah tidak boleh kosong dari ulama rabbaniyun dan amilun.
Yang mengukuhkan hal ini ialah bahwa Thaifah Manshurah, termasuk di antara sifat-sifat mereka --seperti telah diutarakan di atas-memerintah yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, berperang di jalan Allah, dan agama ini tegak dan menang melalui perantaraan mereka, dan bahwasanya mereka adalah orang-orang yang adil dan moderat … ahli ittibaa’ dan iqtidaa’ … tugas ini tak mungkin dikerjakan kecuali oleh orang-orang yang berilmu dan beramal, atau orang yang terpenuhi pada diri mereka sejumlah ilmu syar’i yang cukup lumayan … jika tidak, maka orang yang tak tahu sesuatu adalah seperti orang tak mempunyainya, tak mungkin dia dapat memberikannya.
Allah Ta’ala berfirman: "Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan ummat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali Imran: 104).
Sifat Ketujuh:
SABAR DAN TEGUH
BAGI TUGAS BESAR yang terpikul di atas pundak Thaifah Manshurah, maka bisa dikata mereka adalah thaifah yang terus menghadapi ujian … mereka dengan ujian adalah dua sekawan yang tak pernah saling berpisah … jika disebut Thaifah Manshurah, maka disebut pula ujian … disebut pula rasa sakit dan luka … !
Di antara tuntutan ujian dan cobaan … adalah sabar dan teguh hati di dalam memperjuangkan kebenaran, meskipun panah-panah kebatilan amat banyak dan gencar menyerang mereka … !
Ujian yang tidak dihadapi dengan kesabaran dan keteguhan hati … ataupun keikhlasan … justru diiringi dengan kedongkolan dan sikap berpaling … maka ia akan menjadi siksa balasan bagi orangnya di dunia dan di akherat … dan ia adalah sikap yang tak terpuji dalam menghadapi ujian … dan ia adalah tanda yang menunjukkan celaka dan lemahnya iman orang yang mendapat ujian … sedangkan Thaifah Manshurah adalah makhluk ciptaan yang paling jauh dari sifat-sifat yang tercela ini … !
Thaifah Manshurah tanpa ujian … tanpa luka dan rasa sakit … tanpa penderitaan ataupun tetesan darah … tanpa kesabaran dan keteguhan hati … maka mereka sekali-kali tak akan menjadi Thaifah Manshurah yang beroleh keridhaan Allah, yang Nabi saw. telah menyebutkan sifat-sifat mereka dalam banyak hadits … !
Sungguh alangkah sangat menggelikanku, orang yang terpedaya oleh lamunannya, yang sering mengaku-aku menyebut dirinya sebagai "Salafy Atsari" (pengikut manhaj salafush shaleh dan hadits), yang mendekat kepada istana-istana penguasa Thaghut yang zhalim … yang tak pernah sama sekali diketahui bahwa di suatu masa dia pernah diuji karena membela agama Allah … yang suka menggelari para mujahidin dengan sebutan aktivis teroris (neo Khawarij) … ketika mereka mengatakan tanpa rasa malu sama sekali --menyucikan dirinya dan orang yang segolongan dengannya--: "Kami adalah Thaifah Manshurah … jika bukan kami … lantas siapa mereka …?!
Omongan kosong! … lamunan tak bermakna! … Tipu daya Iblis! … Kalaulah mereka mengetahuinya !!
Thaifah Manshurah … mereka adalah para pelopor di setiap medan dan kancah kebaikan serta kontribusi mereka dikenal dengan jihad dan perang (mereka) … menyampaikan kebenaran secara terang-terangan … tampil di tengah-tengah manusia yang memusuhi mereka dan menyelisihi mereka … tidak takut karena Allah, celaan orang yang mencela … sifat-sifat ini tak mungkin timbul kecuali bersama dengan ujian … kesabaran dan keteguhan hati dalam memperjuangkan kebenaran, sebesar apapun pengorbanannya.
Wallahu A’lam.
Sumber: Thaifah Manshurah Apa dan Siapa, oleh Syaikh Abdul Mun’im Musthofa Halimah.
SATRIA SEJATI
"Putera Islam"
No comments:
Post a Comment